SELAMAT DATANG DIBLOG ferlionbernata.blogspot.com

Selasa, April 03, 2012

Fasilitas mewah untuk rakyat atau untu banggar (badan anggaran DPR RI )


Fasilitas mewah untuk rakyat atau untu banggar (badan anggaran DPR RI )
Akhir-akhir ini kita telah dihebohkan dengan fasilitas mewah yang dilakukan oleh wakil rakyat kita diparlemen yang melakukan renovasi toilet dengan menghadiskan biaya 2 milliar rupiah dan sekarang banggar megejutkan lagi dengan melakukan pengadaan terhadap ruang rapat yang begitu  mewah atas fasilitas ruang sidang yang dilakukan oleh badan anggaran DPR RI dengan menghabiskan biaya 200 milliar rupiah, hingga yang baru dengan pengadaan kalender unruk 560 orang anggota DPR yang menelan dana 1,5 miliar rupiah. Itu artinya, harga sebuah kalender di gedung DPR sebesar Rp116.000.
Angka-angka yang diatas itu benar-benar mengejutkan yang nilainya fansantis yang dilakukan oleh BANGGAR karena miliaran rupiah yang dikeluarkan untuk gedung DPR itu adalah sebuah ironi jika dibandingkan kondisi penduduk negeri ini yang masih banyak orang miskinnya. Masih ada 28,89 juta penduduk miskin di negeri ini. 
Masih ada sekitar 17,5 juta rumah tangga yang karena daya beli mereka rendah, terpaksa harus makan Raskin dengan kualitas yang buruk. Kondisi ini seharusnya sudah cukup menyadarkan kita terhadap pentingnya skala prioritas dalam pengelolaan anggaran negara. Kesejahteraan rakyat haruslah menjadi prioritas. Bukan kenyamanan segelintir elite yang belum tentu memikirkan nasib rakyat itu.
Soal toilet yang menghabiskan dana hingga 2 miliar itu misalnya, tentu sebuah ironi jika kita menengok kenyataan bahwa masih ada sekitar 11,55 juta rumah tangga (18,86 persen) di negeri ini yang tidak punya fasilitas buang air besar, 2,2 juta rumah tangga (3,59 persen) terpaksa harus menggunakan jamban umum, dan 7,17  juta rumah tangga lainnya (11,72 persen) harus puas dengan jamban bersama (BPS, Sensus Penduduk 2010). Tega-teganya 2 miliar uang negara─yang juga uang rakyat itu─dihabiskan untuk mendandani toilet segelintir orang yang kerap melukai hati rakyat itu, sementara ada puluhan juta penduduk negeri ini yang harus buang air (besar) di sawah, kebun, sungai, laut, dan tempat-tempat terbuka lainnya karena tak punya jamban.
Begitupula dengan ruang Banggar, yang dari sana kerap kali tercium aroma korupsi yang memiskinkan rakyat itu. Dana sebesar 20 miliar untuk sebuah ruang rapat tentu sungguh betul-betul keterlaluan. Dan jelas-jelas melukai hati 6,45 juta rumah tangga (10,55 persen) di negeri ini yang lantai rumahnya hanya beralaskan tanah, dan 8 juta rumah tangga (31, 3 persen) yang lantai rumahnya hanya beralaskan bambu, kayu, dan papan. Begitu pula dengan 4,15 juta rumah tangga (6,79 persen) yang luas bangunan tempat tinggalnya kurang dari 20 m2, sudah pasti terluka dengan ruang rapat yang menelan biaya sampai 20 miliar itu (BPS, Sensus Penduduk 2010).
Sebab gedung DPR adalah fasilitas yang diberikan oleh rakyat sebagai aspirasi rakyat yang menjalankan fungsi dan tugasnya, Kemewahan gedung DPR sebagai rumah rakyat seharusnya tidak melukai hati rakyat. Pada dasarnya, tidak ada yang salah dengan pengadaan berbagai fasilitas untuk menunjang pekerjaan para wakil rakyat itu. Tetapi toliet yang menghabiskan dana 2 miliar, ruang rapat yang menelan dana 20 miliar, serta sebuah kalender seharga Rp116.000 sungguhlah keterlaluan.
Oleh karena itu mari kita peduli dan ikut serta dalam pergerakan dan kebijakan yang diambil oleh anggota DPR RI, dengan begitu kita juga tidak terlena dengan apa yang pernah kita lihat dan kita dengar. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua..

Sumber : detik.com Data-data dari BPS: Sensus Penduduk 2010
Penulis : Ferlion Bernata

Tidak ada komentar:

Entri Populer